Desa Ngebel sebagai Desa Tangguh Bencana (DESTANA)

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana. Salah satu strategi untuk mewujudkan hal ini adalah melalui pengembangan desa/kelurahan tangguh terhadap bencana dengan upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK). Dalam PRBBK, proses pengelolaan risiko bencana melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi risiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuannya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Bpk IMAM BASHORI bahwa menindaklanjuti Perka BNPB Nomor 1 Tahun 2012 di desa-desa yang merupakan kawasan rawan bencana dibentuk Desa Tangguh Bencana.  Hal yang sama disampaikan Camat Ngebel, Bpk. SUSENO, S.Sos, MM bahwa kerawanan di wilayah Kecamatan Ngebel termasuk tinggi dengan jenis bencana yang bermacam-macam, seperti tanah longsor, banjir, karhutla, dan lain sebagainya.

Dengan mentor dari Jangkar Kelud sebanyak 50 Orang relawan DESTANA yang terdiri dari berbagai unsur pemuda sangat antusias mengikuti Pelatihan DESTANA yang dilaksanakan di Aula Desa Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo mulai tanggal 8 s/d 10 Nopember 2019. Pelatihan ini mulai dari pengenalan tentang kebencanaan sampai dengan penanganan manajemen bencana disampaikan dengan runtut.

Sebagai tahap awal pembentukan Desa Tangguh Bencana di Desa Ngebel ini masih merupakan Desa Tangguh Bencana dengan kategori Pratama, diharapkan di waktu yang akan datang dengan dukungan dari berbagai pihak sehingga komponen DESTANA yang meliputi : (1) Legislasi, (2) Perencanaan, (3) Kelembagaan, (4) Pendanaan, (5) Pengembangan kapasitas, dan (6) Penyelenggaraan PB akan terpenuhi sehingga dapat meningkat menjadi DESTANA Madya ataupun DESTANA Utama.

Dalam kegiatan ini dibentuk Forum DESTANA Desa Ngebel dengan Ketua Sdr. SARWO dan Relawan DESTANA Desa Ngebel dengan Koordinator Sdr. EKA NURCAHYA

Bagikan